nurwindia’s Blog

Disiplin adalah perilaku nilai yang bisa dilakukan secara paksa dan bisa dilakukan dengan sukarela. Untuk anak usia dini, bentuk disiplin harus dilaksanakan secara sukarela dan melalui bermain. Guru, masyarakat dan orangtua adalah faktor-faktor adalah faktor-faktor yang paling berpengaruh untuk mendisiplinkan anak. Disiplin selalu berkaitan dengan moral. Sedangkan moral adalah nilai yang disetujui oleh masyarakat. Nilai-nilai tersebut membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk dijadikan sebagai suatu disiplin.

Perlunya Disiplin Bagi Anak

  1. Menanamkan nilai yang positif. Bahwa setiap anak yang memiliki moral yang positif, pasti akan diterima oleh masyarakat banyak.
  2. Ketika kita menanamkan perilaku disiplin, bahwa sebenarnya kita sedang menanamkan rasa aman pada anak.
  3. Perlunya disiplin adalah untuk menghindari perasaan bersalah dan malu akibat perilaku yang tidak cocok.
  4. Disiplin (perilaku yang baik) akan mendatangkan pujian.
  5. Memotivasi anak untuk melakukan apa yang diharapkan di lingkungan.
  6. Disiplin penting untuk mengembangkan pribadi agar bisa mengambil keputusan-keputusan yang berlaku di lingkungannya.

Perbedaan Kebutuhan Disiplin pada Anak

  1. Faktor usia
  2. Perbedaan sikap dan kepribadian anak
  3. Tergantung pada jumlah atau besarnya keluarga di rumah
  4. Kebutuhan disiplin ditentukan oleh waktu dalam kegiatan harian

Unsur-Unsur Disiplin

1. Aturan-aturan sebagai pedoman perilaku, biasanya berupa;

·         Pernyataan

·         Bentuk yang dideskripsikan sesuai waktu

·         Batasan-batasan tentang benar dan salah

·         Nilai-nilai yang dianut oleh orangtua

·         Pedoman yang berkaitan dengan tanggung jawab 

2. Aturan itu mempunyai fungsi nilai pendidikan untuk berperilaku baik

    sesuai kelompok dan pengekangan perilaku yang jelek

3. Aturan-aturan yang baik yaitu ;

·         Aturan yang dapat dipertanggungjawabkan dan beralasan

·         Aturan itu harus disepakati

·         Aturan itu harus dideskripsikan secara rinci dan jelas

·         Aturan itu harus memiliki batas waktu

·         Aturan itu harus konsisten / taat azas

Punishment

Hukuman mempunyai fungsi :

  • Mendidik
  • Menghalangi perbuatan yang tidak sesuai dengan standard
  • Memberi motivasi kepada anak untuk menghindari perilaku yang tidak disukai / tidak diterima oleh masyarakat

Reward

Hadiah mempunyai fungsi :

  • Memberi pendidikan mengenai nilai-nilai
  • Memperkuat perilaku yang benar
  • Memberi motivasi agar mengulang perbuatan yang baik

 

Cara Menanamkan Disiplin

Otoriter

  • Orangtua yang memberi tindakan cepat, tetapi tidak responsif bagi anak-anak, karena orangtua cenderung penuh kontrol
  • Selalu mengevaluasi sikap dan perilaku anak dengan standar yang tinggi
  • Menyiapkan tempat yang baik untuk anak lebih karena kekhawatiran

Positif :

  • Menggunakan kata-kata verbal yang mendukung

Negatif :

  •  Tidak memiliki kompetensi sosial
  •  Inisiatif yang rendah
  •  Hasil pekerjaan rendah
  •  Cenderung memiliki self esteem yang rendah

Permisif

  • Memberikan aturan-aturan berperilaku yang dipergunakan untuk membuat keputusan manakala memungkinkan
  • Memberikan aturan-aturan yang longgar (makan, menonton tv, tidur, dll)
  •  Mempergunakan standar kematangan perilaku atas dasar apa yang bisa dilakukan walaupun diluar batas kemampuan
  •  Memberikan control dan punishment yang sedikit

Positif :

  • Memberi toleran yang banyak

Negatif :

  • Anak menjadi sulit diatur
  • Anak yang menggantungkan / berlindung pada orangtua

Autoritatif

  • Orangtua menjelaskan harapan-harapan
  • Orangtua menyampaikan aturan dan sanksi
  • Orangtua mendorong anak untuk menemukan pribadinya
  • Orangtua mendengarkan pandangan-pandangan anak dan menyampaikan juga pandangan-pandangan mereka
  • Menyusun aturan bersama (orangtua dan anak) yang setiap saat dapat diperbaiki

Positif :

  • Orangtua yang selalu menempatkan kebutuhan dan tanggung jawab

Ketiga cara tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

  • Kebiasaan orangtua
  • Kesepakatan masyarakat
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Status sosial ekonomi
  • Konsep dan peran orangtua

PENILAIAN PERTUMBUHAN

Pertumbuhan merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan anak, karena dapat mempengaruhi kualitas hidup anak, oleh sebab itu pertumbuhan perlu dipantau secara berkala. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan.

Pemeriksaan dan pengukuran pertumbuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu secara klinis yang dilakukan dalam pelayanan medis maupun secara antropometris. Pemeriksaan secara klinis bertujuan untuk membuat diagnosis tentang pertumbuhan dan status gizi anak dalam keadaan sehat maupun sakit. Diagnosis klinis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis dan pemeriksaan penunjang yang meliputi pemeriksaan laboratorium, radiologi serta antropometri. Pada saat ini terdapat beberapa baku antropometri, berikut di bawah ini merupakan langkah-langkah menilai pertumbuhan menggunakan baku NCHS tahun 2000 yang kemudian ditampilkan oleh CDC sehingga dikenal sebagai kurva pertumbuhan CDC 2000.

Langkah Persiapan

  1. Alat ukur

·Timbangan berat badan

Beam balance untuk anak kurang dari 2 tahun, setelah umur tersebut digunakan timbangan injak atau electronic.

·Ukuran panjang / tinggi badan

Untuk anak kurang dari 2 tahun digunakan infantometer, sedangkan apabila lebih dari 2 tahun digunakan stadiometer atau microtoise

·Pita ukur lingkar kepala menggunakan pita ukur lingkar kepala yang tidak melar.

  1. Kurva standard pertumbuhan dari CDC 2000

Langkah Pelaksanaan

  1. Prosedur Pengukuran Berat Bayi

a.Dilakukan oleh 2 orang, yaitu orang pertama mengukur berat bayi sambil menjaga anak agar tidak jatuh dan orang kedua mencatat hasil pengukuran.

b.Bayi dalam keadaan tanpa pakaian atau hanya menggunakan popok yang kering.

c.Tempatkan bayi di tengah alat timbangan.

d.Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0,01 kg.

2.Prosedur Pengukuran Panjang Bayi

a.Bayi hanya menggunakan popok. Sepatu dan hiasan kepala harus dibuka.

b.Bayi diletakan di tengah alat pengukur.

c.Dilakukan oleh 2 orang, yaitu orang pertama memegang kepala bayi agar menempel pada ujung papan ukur ang tidak dapat digeser, posisi kepala lurus dengan pandangan vertical ke atas dalam Frankfort horizontal plane. Orang kedua meluruskan kedua tungkainya dengan telapak kaki menempel pada papan pengukur yang dapat digeser.

d.Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0,1 cm.

  1. Prosedur Pengukuran Lingkar Kepala

a.Topi, hiasan rambut, atau hiasan lainnya yang akan mengganggu pengukuran harus dilepaskan.

b.Bayi lebih nyaman dalam dekapan orangtua.

c.Ukur lingkaran kepala atau lingkaran occipital-frontal yaitu lingkaran kepala terbesar melalui belakang kepala (occiput) dan sebelah atas alis mata.

d.Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0,1 cm.

  1. Prosedur Pengukuran Berat Anak / Remaja

a.Timbangan sebaiknya diletakan di ruangan tertutup.

b.Pakaian dilepaskan, hanya menggunakan pakaian dalam saja.

c.Anak / remaja berdiri tegak di tengah alat timbangan.

d.Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0,01 kg.

  1. Prosedur Pengukuran Tinggi Anak / Remaja

a.Anak / remaja dengan berdiri tegak menempel pada alat stadiometer atau microtoise tanpa alas kaki.

b.Hiasan di kepala dilepas.

c.Pandangan lurus ke depan.

d.Anak diintruksikan untuk menarik nafas dalam-dalam.

e.Mata pengukur sejajar dengan puncak kepala.

f.Geser alat ukur ke bawah hingga sedikit menekan kepala.

g.Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0,1 cm.

 

Langkah Penilaian

A.Hitung Umur Anak

Cara menghitung umur anak adalah dengan cara mengurangi tanggal pemeriksaan terhadap tanggal lahir.

Contoh :

Tanggal pemeriksaan 10 Mei 2004: 2004  05  10

             Tanggal lahir 23 Juni 2002  : 2002  06  23

                                   Umur kronologis:          1  10  17

Umur kronologis anak adalah 1 tahun, 10 bulan, 17 hari dan diplot sebagai 22 ½ bulan.

Menghitung Umur Anak yang Lahir Prematur

Untuk bayi prematur, dalam mengukur berat dan panjang badan serta lingkar kepala, harus digunakan umur koreksi sampai anak berusia 2 tahun. Untuk bayi prematur dengan berat kurang dari 1000 gram, umur koreksi digunakan sampai anak berusia 3 tahun. Cara menghitung umur koreksi adalah dengan cara mengurangi umur kronologis terhadap jumlah minggu prematur.

Contoh :

Bayi Lina lahir pada tanggal 20 Desember 2002, lahir dengan umur gestasi 33 minggu, dengan berat lahir 2000 gram.

Tanggal pemeriksaan 5 Juli 2004:   2004   07  05

Tanggal lahir 20 Desember 2002:    2002  12   20

                              Umur kronologis:             1   06   15

                        Prematur 7 minggu:                   01   21

                                     Umur koreksi:             1   04   24

Umur anak adalah 1 tahun, 4 bulan, 24 hari dan diplot pada 16 ½ bulan.

 

B.Plot ke dalam Kurva Pertumbuhan CDC 2000

Gunakan kurva pertumbuhan berdasarkan umur, tinggi, berat, lingkar kepala dan jenis kelamin sesuai dengan kebutuhan.

Kurva pertumbuhan CDC ditampilkan sebagai :

Jenis Kelamin

Umur

Kurva

Laki-laki

Laki-laki

Laki-laki

Laki-laki

Perempuan

Perempuan

Perempuan

Perempuan

Laki-laki

Laki-laki

Laki-laki

Perempuan

Perempuan

Perempuan

Lahir sampai 36 bulan

Lahir sampai 36 bulan

Lahir sampai 36 bulan

Lahir sampai 36 bulan

Lahir sampai 36 bulan

Lahir sampai 36 bulan

Lahir sampai 36 bulan

Lahir sampai 36 bulan

2 sampai 20 tahun

2 sampai 20 tahun

2 sampai 20 tahun

2 sampai 20 tahun

2 sampai 20 tahun

2 sampai 20 tahun

Berat terhadap panjang

Berat terhadap umur

Panjang terhadap umur

Lingkar kepala terhadap umur

Berat terhadap panjang

Berat terhadap umur

Panjang terhadap umur

Lingkar kepala terhadap umur

IMT terhadap umur

Berat terhadap umur

Tinggi terhadap umur

IMT terhadap umur

Berat terhadap umur

Tinggi terhadap umur

Ket :

IMT (BMI) : Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index)

 

C.Nilai Hasil Pertumbuhan

Dalam menilai pertumbuhan diperlukan beberapa kali pengukuran untuk melihat arah pertumbuhan. Pada neonatus sebaiknya pengukuran dilakukan pada minggu pertama, ke-2 dan ke-4, selanjutnya dianjurkan melakukan pengukuran antropometri satu kali setiap bulan.

Berikut di bawah ini beberapa criteria yang digunakan untuk menilai adanya masalah dalam pertumbuhan :

Sumber

Indikator

Batasan

Institute of Medicine, 1996

 

 

 

WIC

 

 

 

 

 

 

 

 

CDC

WHO, 1995

 

 

 

 

 

 

 

Medical Practice, 1999

 

 

 

Medical Practice, 1999

Panjang terhadap umur

Tinggi terhadap umur

Berat terhadap panjang

Berat terhadap tinggi

Panjang terhadap umur

Tinggi terhadap umur

Berat terhadap panjang

IMT terhadap umur

IMT terhadap umur

Panjang / tinggi terhadap umur

Berat terhadap tinggi

Berat terhadap umur

Berat terhadap panjang

Panjang terhadap umur

Berat terhadap umur

Panjang terhadap umur

Tinggi terhadap umur

Persentil ke-5

 

 

 

 

 

 

Persentil ke-10

 

 

 

 

 

 

Persentil ke-5

Persentil ke-2,3 (-2 SD)

 

 

 

 

Persentil ke-5

 

 

Arah pertumbuhan ke bawah melampaui persentil semula.

 

 

PENILAIAN PERKEMBANGAN

Perkembangan anak menggambarkan peningkatan kematangan fungsi individu, dan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas hidup anak. Oleh karena itu perkembangan anak harus dipantau secara berkala. Bayi atau anak dengan resiko tinggi terjadinya penyimpangan perkembangan perlu mendapat prioritas, antara lain bayi prematur, berat lahir rendah, bayi dengan riwayat asfiksia, hiperbilirubinemia, infeksi intrapartum, ibu diabetes mellitus, gemelli, dll.

Dokter anak sedikitnya harus menguasai skrining perkembangan dengan metode Denver II.

Langkah Persiapan

1.Formulir Denver II

2.Benang

3.Kismis

4.Kerincingan dengan gagang yang kecil

5.Balok-balok berwarna dengan luas 10 inci

6.Botol kaca kecil dengan lubang 5/8 inci

7.Bel kecil

8.Bola tennis

9.Pinsil merah

10.Boneka kecil dengan botol susu

11.Cangkir plastic dengan gagang / pegangan

12.Kertas kosong

 

Langkah Pelaksanaan

Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak umur

1.Personal Social ( sosial personal )

Penyesuaian diri dengan masyarakat dan perhatian terhadap kebutuhan perorangan.

2.Fine Motor Adaptive ( motorik halus adaptif )

Koordinasi mata – tangan, memainkan dan menggunakan benda-benda kecil.

3.Language ( bahasa )

Mendengar, mengerti dan menggunakan bahasa.

4.Gross Motor ( motorik kasar )

Duduk, jalan, melompat dan gerakan umum otot besar.

 

Pencatatan Hasil

1.Koreksi faktor prematuritas. Tarik garis umur dari garis paling atas ke bawah dan cantumkan tanggal pemeriksaan pada ujung atas garis umur.

2.Semua uji coba untuk setiap sektor dimulai dengan uji coba yang terletak di sebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai kanan garis umur.

3.Pada setiap sektor dilakukan minimal 3 uji coba terdekat di sebelah kiri garis umur serta tiap uji coba yang dilalui garis umur.

4.Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu uji coba pada langkah 3( “gagal”; “menolak”; “tidak ada kesempatan” ), lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri pada sektor yang sama sampai anak dapat melewati 3 uji coba.

 

Skor Penilaian

Skor dari tiap uji coba ditulis pada kotak segi empat. Uji coba dekat tanda garis 50%.

P          : Pass / Lewat. Anak melakukan uji coba dengan baik, atau ibu / pengasuhanak memberi laporan ( tepat / dapat dipercaya bahwa anak dapat melakukannya ).

F        :  Fail / Gagal. Anak tidak dapat melakukan uji coba dengan baik atau ibu / pengasuh anak memberi laporan (tepat) bahwa anak tidak dapat melakukannya dengan baik.

No      : No Opportunity / tidak ada kesempatan. Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan. Skor ini hanya boleh dipakai pada uji coba dengan tanda R.

R        : Refusal / Menolak. Anak menolak untuk melakukan uji coba. Penolakan dapat dikurangi dengan mengatakan kepada anak apa yang harus dilakukan, atau menanyakan kepada anak apakah ia dapat melakukannya ( uji coba yang dilaporkan oleh ibu / pengasuh anak tidak di skor sebagai penolakan ).

 

Interprestasi Penilaian Individual

1.Lebih ( Advanced )

Bilamana seorang anak lewat pada uji coba yang terletak di sebelah kanan garis umur, maka dinyatakan bahwa perkembangan anak lebih pada uji coba tersebut.

2.Normal

Bila seorang anak gagal atau menolak melakukan uji coba di sebelah kanan garis umur.

3.Peringatan ( Caution )

Bila seorang anak gagal atu menolak uji coba yang dilalui garis umur terletak pada atau antara persentil ke-75 dan 90.

4.Keterlambatan ( Delay )

Bila seorang anak gagal atau menolak melakukan uji coba yang seluruhnya terletak di sebelah kiri garis umur.

5.Tidak ada kesempatan ( No Opportunity )

Uji coba yang dilaporkan orangtua.

 

Intervensi Denver II

1.Normal

Bila tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution. Lakukan ulangan pada kontrol berikutnya.

2.Suspek

Bila didapatkan ≥ 2 peringatan dan / atau ≥ 1 keterlambatan. Lakukan uji ulang dalam 1 – 2 minggu untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa takut, keadaan sakit atau kelelahan.

3.Tidak dapat diuji

Bila ada skor menolak pada ≥ 1 uji coba yang terletak di sebelah kiri garis umur atau menolak pada > 1 uji coba yang ditembus garis umur pada daerah 75 – 90 %.

4.Uji ulang dalam 1 – 2minggu

Bila pada uji ulang didapatkan hasil yang mencurigakan atau tidak dapat diuji, maka pikirkan untuk merujuk anak tersebut.

 

KONSEP PENDIDIKAN MONTESSORI

 

MARIA MONTESSORI lahir di Italia pada tahun 1870 di Chiaravalle, sebuah propinsi kecil di Ancona. Karena, sebagai anak muda, dia mempunyai minat dan bakat yang besar terhadap matematika. Walaupun orangtuanya menginginkan Maria menjadi guru, dia justru memutuskan untuk menekuni bidang engineering. Namun, bidang itu bukan kesukaannya, dan setelah perkenalan singkat pada biologi dia memutuskan untuk menekuni bidang kedokteran, dimana bidang kedokteran masih merupakan hal yang aneh untuk ditekuni oleh seorang wanita. Pada tahun 1896, Maria menjadi wanita pertama di Italia yang mendapatkan gelar Doctor ofMedicine.

Setelah lulus dari sekolah kedokteran, Maria bekerja di klinik psikiatri Universitas Roma, dan pekerjaannya yang berhubungan dengan cacat mental ini sangat membantunya dalam menuangkan gagasan-gagasan pendidikan pada masa-masa akan datang. Dia sangat yakin bahwa defisiensi mental lebih merupakan gangguan medis dan merasa bahwa dengan latihan pendidikan khusus orang-orang cacat ini akan dapat dibantu. Dan, pada gilirannya, pendidikan dan pemahamannya terbukti memberikan konstribusi sangat besar dalam pengembangan kemampuan anak yang menderita cacat mental.

Casa dei Bambini, atau Children’s House didirikan di daerah kumuh di Roma pada tahun 1907. pada tahun 1909, sebagai hasil minatnya yang besar terhadap Casa dei Bambini, Maria Montessori menerbitkan Scientific Pedagogy as Applied to Child Education in the Children’s Houses. Karyanya ini berhasil menarik perhatian masyarakat, dan orang-orang Amerika-lah yang pertama-tama memberikan tanggapan.

Maria Montessori yakin bahwa pendidikan mulai sejak bayi lahir, dan bahwa tahun-tahun pertama kehidupan anak, yang merupakan masa-masa sangat formatif, paling penting baik secara fisik maupun mental. Bahkan bayi yang masih kecil pun harus dikenalkan pada orang-orang dan suara-suara, dicumbui dan diajak bercakap-cakap jika dia ingin bisa berkembang menjadi anak normal yan bahagia. Seorang bayi mempunyai pikiran yang aktif, yang tidak hanya secara pasif menunggu instruksi dari orang dewasa, dan bisa menjadi apatis jika selalu ditinggal sendirian. Melalui proses belajar yang normal dan bertahap, pola-pola perilaku ditetapkan dan kekuatan-kekuatan pikiran orang dewasa secara perlahan ditumbuhkan. Metode-metode pembelajaran yang sesuai dalam tahun-tahun kelahiran sampai usia enam tahun biasanya akan menentukan kepribadian anak setelah dewasa.

Montessori yakin bahwa dalam tahun-tahun awal seorang anak mempunyai apa yang dia sebut sebagai “sensitive periods”, selama masa inilah anak akan dengan mudah menerima stimulus-stimulus tertentu. Semua anak berkembang pada aras yang berbeda. Adapun tahap-tahap periode sensitive perkembangan anak adalah sebagai berikut :

PERIODE-PERIODE SENSITIF

Lahir – 3 tahun: pikiran dapat menyerap pengalaman-pengalaman sensoris.

1,5 – 3 tahun: perkembangan bahasa.

1,5 – 4 tahun: koordinasi dan perkembangan otot, minat pada benda – benda kecil.

2 – 4 tahun: peneguhan gerakan, minat pada kebenaran dan realitas, menyadari urutan dalam waktu dan ruang.

2,5 – 6 tahun: peneguhan sensoris.

3 – 6 tahun: rawan pengaruh orang dewasa.

3,5 – 4,5 tahun: menulis.

4 – 4,5 tahun: kepekaan indera.

4,5 – 5,5 tahun: membaca.

Montessori mengatakan pikiran-pikiran anak sebagai “absorbent mind” (pikiran yang dapat menyerap) karena kemampuannya yang besar dalam belajar dan berasimilasi dari dunia yang mengelilinginya. Menurutnya, lingkungan seharusnya sebagai pembuka jalan pikiran anak, bukannya alat cetak”. Lingkungan belajar yang kondusif memungkinkan anak bereaksi secara bebas dan mengembangkan dirinya. Harus ada rasa kebebasan dalam lingkungan yang dipersiapkan tersebut untuk pengembangan fisik, mental dan pertumbuhan spiritualnya. Keteraturan dan keindahan juga harus diciptakan dalam ruangan kelas Montessori, karena rasa estetika anak berkembang pada tahun-tahun awal ini.

Seorang pendidik sebagai observer (pengamat) yang selalu siap mebimbing dan mengarahkan dengan tujuan mempertahankan antusiasme anak untuk mengajari dirinya sendiri. Kepada anak diberikan kebebasan memilih aktivitas-aktivitas dan materi yang dirancang sesuai dengan fisik alamiah dan perkembangan fisiologisnya. Metode pengajaran dibagi menjadi tiga bagian ; pendidikan motorik, sensorik dan bahasa.

Montessori percaya bahwa setiap anak mempunyai siklus-siklus aktivitas yang semestinya dilalui dan diselesaikan tanpa interupsi. Dengan demikian, anak-anak benar-benar belajar sesuai dengan kebutuhan dan kecakapan individunya. Setelah anak menyelesaikan sekolah Montessori dan msuk ke sekolah-sekolah formal, dia akan menjadi anak yang mandiri dengan rasa dan msuk ke sekolah-sekolah formal, dia akan menjadi anak yang mandiri dengan rasa percaya diri yang sangat besar, yang akan mampu berimprovisasi dan menggunakan kretivitasnya dalam belajar dan bekerja.

 

PENGEMBANGAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN

 

KINDERGARTEN

08-30 – 08.45: Play Outside

08.45 – 09.00: Circle Time

09.00 – 10.00: Montessori Time ( EPL, Sensorial, Math, language, Cultural )

10.00 – 10.30: Snack Time

10.30 – 11.00: Art / Gym / Music / Science / Library

11.00 – 11.30: Montessori Extention Time

11.30: Class End

11.30 – 12.00: Computer ( > 3,5 years old ) / Basic Religion Class

 

PLAYGROUP

08.30 – 08.45: Play Outside

08.45 – 09.00: Circle Time

09.00 – 10.00: Montessori Time

10.00 – 10.30 : Snack Time

10.30 – 11.00: Art / Gym / Music / Science

11.30: Class End

11.00 – 11.30: Montessori Extention Time

11.30 – 12.00: Computer ( > 3,5 years old )

 

CONTOH KEGIATAN HARIAN

 

Selasa, 5 Agustus 2008

  • Counting

Menghitung junlah anak, yang dipandu oleh anak sendiri dan menggunakan bahasa inggris.

  • Morning Song

Bernyanyi dalam bahasa inggris.

  • Pray

Berdo’a yang dipimpin oleh siswa.

  • Greeting

Berbagi salam, ”selamat pagi”, ”apa kabar”.

  • Calendars

Memasangkan angka atau tanggal di kalender, dan dipasangkan oleh siswa. Pemasangan tanggal di kalender ini mengajarkan kemampuan matematik.

  • Topik Discussion

Membahas topik kegiatan yang akan dilaksanakan.

  • Montessori Time

Kegiatan ini merupakan kegiatan per area. Area-area yang disediakan adalah :

EPL (exercises practical life)

Sensorial

Language

Cultural

Math

  • Snack Time

Kegiatan makan bersama disiapkan oleh anak, seperti menyiapkan serbet, piring, sendok, garpu dan gelas. Setiap anak mempunyai jadwal masing-masing untuk menjadi petugas dalam ”snack time”.

  • Art and Montessori Time

Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua. Pada saat melakukan kegiatan ini, anak dipisahkan sesuai usia, yaitu 2-3,11 tahun dan 4-6 tahun.

  • Closing Time

Kegiatan ini merupakan kegiatan akhir. Anak dan guru mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan.

  • Pray

Berdoa yang dipimpin oleh anak.

  • Stamp

Stamp ini merupakan pemberian cap atau tanda pada setiap anak yang menandakan bahwa anak telah mengikuti kegiatan. Pengecapan ini dilakukan oleh anak yang paling besar.

  • Computer Class

Setiap kelas memiliki waktu yang berbeda untuk kegiatan komputer ini. Ada yang menempatkan pada saat sebelum makan, dan ada yang menempatkan setelah pulang.

 

EVALUASI 

Hasil kerja siswa dinilai dalam beberapa laporan, yaitu :

1.Laporan Mingguan

Guru akan mencatat perkembangan anak di kelas setiap harinya. Tidak hanya mencatat perkembangan anak, guru pun mencatat kejadian atau peristiwa yang terjadi di kelas.

2.Laporan 3 Bulan

Laporan 3 bulan ini berupa raport kecil yang merupakan kumpulan term atau laporan mingguan.

3.Laporan Semester

Laporan semester ini sama dengan laporan 3 bulan melalui raport, hanya saja aspek penilaian perkembangan anak lebih banyak.

 

MONTESSORI REPORT

A.Ground Rules of Classroom Conduct

Exercises/Λ∆Note

1. How to walk in the classroom

2. How to talk in the classroom

3. How to carry chairs

4. How to fold and roll a work mat

5. Introduction of the work cycle

6. Opening and closing doors

7. Use of book

 

B.Pouring

C.Transferring

D.Threading

E.Cutting

F.Pairing

G.Walking on a Line

H.Opening and Closing

I.The Silence Game

J.Introduction of Sewing

/: newly introduced ( diperkenalkan )

Λ: still needs guidance ( dilatih )

: able to work by himself / herself ( sudah bisa )

 

 


  • Mr sabar: hehe :-D
  • Mr sabar: wahh susah jg ya ngajarin ank bwt disiplin.. dulu aj sy g disiplin (pe skr jg g disiplin jg si :-P ) gmn ya tkt kena karma, moga aj dpt ank yg
  • agnesa: Thank so much.. saya harap kita bisa sharing tentang ini.. saya baru belajar membuat tulisan.. semoga dapat bermanfaat... :-)

Kategori

Arsip