nurwindia’s Blog

PENDIDIKAN MONTESSORI

Posted on: Januari 17, 2009

KONSEP PENDIDIKAN MONTESSORI

 

MARIA MONTESSORI lahir di Italia pada tahun 1870 di Chiaravalle, sebuah propinsi kecil di Ancona. Karena, sebagai anak muda, dia mempunyai minat dan bakat yang besar terhadap matematika. Walaupun orangtuanya menginginkan Maria menjadi guru, dia justru memutuskan untuk menekuni bidang engineering. Namun, bidang itu bukan kesukaannya, dan setelah perkenalan singkat pada biologi dia memutuskan untuk menekuni bidang kedokteran, dimana bidang kedokteran masih merupakan hal yang aneh untuk ditekuni oleh seorang wanita. Pada tahun 1896, Maria menjadi wanita pertama di Italia yang mendapatkan gelar Doctor ofMedicine.

Setelah lulus dari sekolah kedokteran, Maria bekerja di klinik psikiatri Universitas Roma, dan pekerjaannya yang berhubungan dengan cacat mental ini sangat membantunya dalam menuangkan gagasan-gagasan pendidikan pada masa-masa akan datang. Dia sangat yakin bahwa defisiensi mental lebih merupakan gangguan medis dan merasa bahwa dengan latihan pendidikan khusus orang-orang cacat ini akan dapat dibantu. Dan, pada gilirannya, pendidikan dan pemahamannya terbukti memberikan konstribusi sangat besar dalam pengembangan kemampuan anak yang menderita cacat mental.

Casa dei Bambini, atau Children’s House didirikan di daerah kumuh di Roma pada tahun 1907. pada tahun 1909, sebagai hasil minatnya yang besar terhadap Casa dei Bambini, Maria Montessori menerbitkan Scientific Pedagogy as Applied to Child Education in the Children’s Houses. Karyanya ini berhasil menarik perhatian masyarakat, dan orang-orang Amerika-lah yang pertama-tama memberikan tanggapan.

Maria Montessori yakin bahwa pendidikan mulai sejak bayi lahir, dan bahwa tahun-tahun pertama kehidupan anak, yang merupakan masa-masa sangat formatif, paling penting baik secara fisik maupun mental. Bahkan bayi yang masih kecil pun harus dikenalkan pada orang-orang dan suara-suara, dicumbui dan diajak bercakap-cakap jika dia ingin bisa berkembang menjadi anak normal yan bahagia. Seorang bayi mempunyai pikiran yang aktif, yang tidak hanya secara pasif menunggu instruksi dari orang dewasa, dan bisa menjadi apatis jika selalu ditinggal sendirian. Melalui proses belajar yang normal dan bertahap, pola-pola perilaku ditetapkan dan kekuatan-kekuatan pikiran orang dewasa secara perlahan ditumbuhkan. Metode-metode pembelajaran yang sesuai dalam tahun-tahun kelahiran sampai usia enam tahun biasanya akan menentukan kepribadian anak setelah dewasa.

Montessori yakin bahwa dalam tahun-tahun awal seorang anak mempunyai apa yang dia sebut sebagai “sensitive periods”, selama masa inilah anak akan dengan mudah menerima stimulus-stimulus tertentu. Semua anak berkembang pada aras yang berbeda. Adapun tahap-tahap periode sensitive perkembangan anak adalah sebagai berikut :

PERIODE-PERIODE SENSITIF

Lahir – 3 tahun: pikiran dapat menyerap pengalaman-pengalaman sensoris.

1,5 – 3 tahun: perkembangan bahasa.

1,5 – 4 tahun: koordinasi dan perkembangan otot, minat pada benda – benda kecil.

2 – 4 tahun: peneguhan gerakan, minat pada kebenaran dan realitas, menyadari urutan dalam waktu dan ruang.

2,5 – 6 tahun: peneguhan sensoris.

3 – 6 tahun: rawan pengaruh orang dewasa.

3,5 – 4,5 tahun: menulis.

4 – 4,5 tahun: kepekaan indera.

4,5 – 5,5 tahun: membaca.

Montessori mengatakan pikiran-pikiran anak sebagai “absorbent mind” (pikiran yang dapat menyerap) karena kemampuannya yang besar dalam belajar dan berasimilasi dari dunia yang mengelilinginya. Menurutnya, lingkungan seharusnya sebagai pembuka jalan pikiran anak, bukannya alat cetak”. Lingkungan belajar yang kondusif memungkinkan anak bereaksi secara bebas dan mengembangkan dirinya. Harus ada rasa kebebasan dalam lingkungan yang dipersiapkan tersebut untuk pengembangan fisik, mental dan pertumbuhan spiritualnya. Keteraturan dan keindahan juga harus diciptakan dalam ruangan kelas Montessori, karena rasa estetika anak berkembang pada tahun-tahun awal ini.

Seorang pendidik sebagai observer (pengamat) yang selalu siap mebimbing dan mengarahkan dengan tujuan mempertahankan antusiasme anak untuk mengajari dirinya sendiri. Kepada anak diberikan kebebasan memilih aktivitas-aktivitas dan materi yang dirancang sesuai dengan fisik alamiah dan perkembangan fisiologisnya. Metode pengajaran dibagi menjadi tiga bagian ; pendidikan motorik, sensorik dan bahasa.

Montessori percaya bahwa setiap anak mempunyai siklus-siklus aktivitas yang semestinya dilalui dan diselesaikan tanpa interupsi. Dengan demikian, anak-anak benar-benar belajar sesuai dengan kebutuhan dan kecakapan individunya. Setelah anak menyelesaikan sekolah Montessori dan msuk ke sekolah-sekolah formal, dia akan menjadi anak yang mandiri dengan rasa dan msuk ke sekolah-sekolah formal, dia akan menjadi anak yang mandiri dengan rasa percaya diri yang sangat besar, yang akan mampu berimprovisasi dan menggunakan kretivitasnya dalam belajar dan bekerja.

 

PENGEMBANGAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN

 

KINDERGARTEN

08-30 – 08.45: Play Outside

08.45 – 09.00: Circle Time

09.00 – 10.00: Montessori Time ( EPL, Sensorial, Math, language, Cultural )

10.00 – 10.30: Snack Time

10.30 – 11.00: Art / Gym / Music / Science / Library

11.00 – 11.30: Montessori Extention Time

11.30: Class End

11.30 – 12.00: Computer ( > 3,5 years old ) / Basic Religion Class

 

PLAYGROUP

08.30 – 08.45: Play Outside

08.45 – 09.00: Circle Time

09.00 – 10.00: Montessori Time

10.00 – 10.30 : Snack Time

10.30 – 11.00: Art / Gym / Music / Science

11.30: Class End

11.00 – 11.30: Montessori Extention Time

11.30 – 12.00: Computer ( > 3,5 years old )

 

CONTOH KEGIATAN HARIAN

 

Selasa, 5 Agustus 2008

  • Counting

Menghitung junlah anak, yang dipandu oleh anak sendiri dan menggunakan bahasa inggris.

  • Morning Song

Bernyanyi dalam bahasa inggris.

  • Pray

Berdo’a yang dipimpin oleh siswa.

  • Greeting

Berbagi salam, ”selamat pagi”, ”apa kabar”.

  • Calendars

Memasangkan angka atau tanggal di kalender, dan dipasangkan oleh siswa. Pemasangan tanggal di kalender ini mengajarkan kemampuan matematik.

  • Topik Discussion

Membahas topik kegiatan yang akan dilaksanakan.

  • Montessori Time

Kegiatan ini merupakan kegiatan per area. Area-area yang disediakan adalah :

EPL (exercises practical life)

Sensorial

Language

Cultural

Math

  • Snack Time

Kegiatan makan bersama disiapkan oleh anak, seperti menyiapkan serbet, piring, sendok, garpu dan gelas. Setiap anak mempunyai jadwal masing-masing untuk menjadi petugas dalam ”snack time”.

  • Art and Montessori Time

Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua. Pada saat melakukan kegiatan ini, anak dipisahkan sesuai usia, yaitu 2-3,11 tahun dan 4-6 tahun.

  • Closing Time

Kegiatan ini merupakan kegiatan akhir. Anak dan guru mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan.

  • Pray

Berdoa yang dipimpin oleh anak.

  • Stamp

Stamp ini merupakan pemberian cap atau tanda pada setiap anak yang menandakan bahwa anak telah mengikuti kegiatan. Pengecapan ini dilakukan oleh anak yang paling besar.

  • Computer Class

Setiap kelas memiliki waktu yang berbeda untuk kegiatan komputer ini. Ada yang menempatkan pada saat sebelum makan, dan ada yang menempatkan setelah pulang.

 

EVALUASI 

Hasil kerja siswa dinilai dalam beberapa laporan, yaitu :

1.Laporan Mingguan

Guru akan mencatat perkembangan anak di kelas setiap harinya. Tidak hanya mencatat perkembangan anak, guru pun mencatat kejadian atau peristiwa yang terjadi di kelas.

2.Laporan 3 Bulan

Laporan 3 bulan ini berupa raport kecil yang merupakan kumpulan term atau laporan mingguan.

3.Laporan Semester

Laporan semester ini sama dengan laporan 3 bulan melalui raport, hanya saja aspek penilaian perkembangan anak lebih banyak.

 

MONTESSORI REPORT

A.Ground Rules of Classroom Conduct

Exercises/Λ∆Note

1. How to walk in the classroom

2. How to talk in the classroom

3. How to carry chairs

4. How to fold and roll a work mat

5. Introduction of the work cycle

6. Opening and closing doors

7. Use of book

 

B.Pouring

C.Transferring

D.Threading

E.Cutting

F.Pairing

G.Walking on a Line

H.Opening and Closing

I.The Silence Game

J.Introduction of Sewing

/: newly introduced ( diperkenalkan )

Λ: still needs guidance ( dilatih )

: able to work by himself / herself ( sudah bisa )

 

 

2 Tanggapan to "PENDIDIKAN MONTESSORI"

wow..the article above has give me new perspective about child education system…thanks. Can’t wait another good article from you…

Thank so much..
saya harap kita bisa sharing tentang ini..
saya baru belajar membuat tulisan..
semoga dapat bermanfaat…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr sabar: hehe :-D
  • Mr sabar: wahh susah jg ya ngajarin ank bwt disiplin.. dulu aj sy g disiplin (pe skr jg g disiplin jg si :-P ) gmn ya tkt kena karma, moga aj dpt ank yg
  • agnesa: Thank so much.. saya harap kita bisa sharing tentang ini.. saya baru belajar membuat tulisan.. semoga dapat bermanfaat... :-)

Kategori

Arsip

%d blogger menyukai ini: